Emas merupakan
salah satu aset investasi yang paling sering dipilih oleh masyarakat karena
risikonya yang lebih kecil. Berbeda dengan investasi saham yang cenderung memiliki risiko lebih
tinggi hanya saja memiliki imbal hasil yang juga lebih tinggi. Sebenarnya
keduanya sama-sama memiliki keuntungannya masing-masing.
Investasi Saham atau Investas Emas?
Untuk lebih
jelasnya, berikut akan dibahas mengenai perbedaan investasi emas dan saham
untuk memudahkan anda memilih investasi yang tepat.
1.
Wujud
Aset
Saham
merupakan investasi yang berwujud sertifikat yang berisi tentang pernyataan
bahwa anda memiliki sebagian saham dari perusahaan tersebut sedangkan emas
merupakan investasi dengan aset berwujud yaitu emas batangan itu sendiri.
2.
Masa
berlaku
Setiap
investor yang memiliki saham di suatu perusahaan tidak akan berlaku lagi jika
perusahaan tersebut bangkrut sedangkan emas akan tetap mempertahankan nilainya
hingga di masa depan. Harga emas juga akan terus meningkat setiap tahunnya
mengikuti perkembangan perekonomian.
3.
Sebagai
arus kas
Dalam
berinvestasi dengan saham, arus kas yang dihasilkan akan berupa bentuk dividen
yang dibagikan oleh perusahaan dan anda juga akan mendapatkan keuntungan jika
terjadi kenaikan harga saham saat membelinya atau melalui capital gain.
Salah
satu indikator saham dapat dilihat dari nilai IHSG (Indeks Harga Saham
Gabungan). IHSG dapat dibilang sebagai penanda arah pasar karena merupakan
nilai perwakilan rata-rata sekelompok saham. Kinerja bursa saham juga diukur
dan dilihat dari pergerakan angka IHSG. Apabila IHSG meningkat maka saham di
BEI juga sedang meningkat dan sebaliknya.
Jika
arus kas investasi saham berupa dividen, maka investasi emas tidak akan
memberikan keuntungan atau pendapatan sampai anda memutuskan untuk menjual emas
tersebut. Jadi anda harus pintar dalam menentukan waktu yang tepat kapan harus
menjual emas tersebut agar bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.
4.
Saham
termasuk bisnis yang aktif
Saham
termasuk bisnis yang aktif karena para pelaku usaha pasti akan selalu berusaha
membangun perusahaannya agar dapat memberikan nilai baik bagi banyak orang
termasuk cara dalam mengelola perusahaan dalam segi apapun yang sebenarnya
dapat berdampak pada keberhasilan dan kegagalan perusahaan. Bukan hanya itu
saja, keberhasilan dan kegagalan perusahaan juga bergantung pada perekonomian
saat itu.
Berbeda
dengan investasi emas yang tidak memerlukan upaya dalam meningkatkan nilainya
sehingga termasuk investasi reaktif. Jadi nilai kenaikan dan penurunan emas
umumnya hanya bergantung pada keadaan pasar dan perekonomian secara
keseluruhan.
Hal
ini bisa dilihat dari penurunan IHSG dalam kurun 1 tahun ini hingga mencapai
20% di awal tahun karena wabah virus corona yang menyerang seluruh dunia
termasuk Indonesia. Tentu hal ini bukanlah berita bagus karena menyebabkan
kerugian yang cukup banyak bagi para investor.
Meskipun
saat ini nilai IHSG sudah mulai membaik, namun para investor masih tetap
waspada melihat kondisi dunia dan Indonesia yang terancam memasuki resesi.
Singapura dan Korea Selatan telah memasuki resesi ekonomi dan Indonesia juga
diprediksi akan mengalami hal yang sama melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia
yang merosot pada kuartal kedua.
Dalam
ekonomi yang sedang tidak menentu, emas cenderung memiliki risiko lebih rendah
dan juga memiliki harga jual yang lebih bagus terbukti dari harga emas antam
yang melonjak hampir 50% dalam setahun dengan harga emas pada 26 Agustus 2020
yaitu Rp 1.069.000 padahal harga emas antam setahun lalu sekitar Rp 700 ribuan.
Lindungi
diri anda dari inflasi dan perekonomian yang sedang tidak menentu dengan
memilih investasi yang tepat. Anda bisa mulai investasi emas dalam bentuk digital di
Sehatigold.com mulai dari Rp 20.000. Tidak perlu khawatir karena nantinya emas
digital ini dapat dicetak menjadi emas batangan dan logam mulia sesuai
keinginan anda.
Deskripsi :
investasi emas dan saham memiliki perbedaan yang dapat dijadikan pertimbangan
dalam berinvestasi.
0 komentar:
Posting Komentar