Kamis, 27 Agustus 2020

Perbandingan Investasi Saham dan Investasi Emas di 2020


Emas merupakan salah satu aset investasi yang paling sering dipilih oleh masyarakat karena risikonya yang lebih kecil. Berbeda dengan investasi saham yang cenderung memiliki risiko lebih tinggi hanya saja memiliki imbal hasil yang juga lebih tinggi. Sebenarnya keduanya sama-sama memiliki keuntungannya masing-masing.


Investasi Saham atau Investas Emas?

Untuk lebih jelasnya, berikut akan dibahas mengenai perbedaan investasi emas dan saham untuk memudahkan anda memilih investasi yang tepat.

1.       Wujud Aset

Saham merupakan investasi yang berwujud sertifikat yang berisi tentang pernyataan bahwa anda memiliki sebagian saham dari perusahaan tersebut sedangkan emas merupakan investasi dengan aset berwujud yaitu emas batangan itu sendiri.

2.       Masa berlaku

Setiap investor yang memiliki saham di suatu perusahaan tidak akan berlaku lagi jika perusahaan tersebut bangkrut sedangkan emas akan tetap mempertahankan nilainya hingga di masa depan. Harga emas juga akan terus meningkat setiap tahunnya mengikuti perkembangan perekonomian.

3.       Sebagai arus kas

Dalam berinvestasi dengan saham, arus kas yang dihasilkan akan berupa bentuk dividen yang dibagikan oleh perusahaan dan anda juga akan mendapatkan keuntungan jika terjadi kenaikan harga saham saat membelinya atau melalui capital gain.

Salah satu indikator saham dapat dilihat dari nilai IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). IHSG dapat dibilang sebagai penanda arah pasar karena merupakan nilai perwakilan rata-rata sekelompok saham. Kinerja bursa saham juga diukur dan dilihat dari pergerakan angka IHSG. Apabila IHSG meningkat maka saham di BEI juga sedang meningkat dan sebaliknya.

Jika arus kas investasi saham berupa dividen, maka investasi emas tidak akan memberikan keuntungan atau pendapatan sampai anda memutuskan untuk menjual emas tersebut. Jadi anda harus pintar dalam menentukan waktu yang tepat kapan harus menjual emas tersebut agar bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

4.       Saham termasuk bisnis yang aktif

Saham termasuk bisnis yang aktif karena para pelaku usaha pasti akan selalu berusaha membangun perusahaannya agar dapat memberikan nilai baik bagi banyak orang termasuk cara dalam mengelola perusahaan dalam segi apapun yang sebenarnya dapat berdampak pada keberhasilan dan kegagalan perusahaan. Bukan hanya itu saja, keberhasilan dan kegagalan perusahaan juga bergantung pada perekonomian saat itu.

Berbeda dengan investasi emas yang tidak memerlukan upaya dalam meningkatkan nilainya sehingga termasuk investasi reaktif. Jadi nilai kenaikan dan penurunan emas umumnya hanya bergantung pada keadaan pasar dan perekonomian secara keseluruhan.

Hal ini bisa dilihat dari penurunan IHSG dalam kurun 1 tahun ini hingga mencapai 20% di awal tahun karena wabah virus corona yang menyerang seluruh dunia termasuk Indonesia. Tentu hal ini bukanlah berita bagus karena menyebabkan kerugian yang cukup banyak bagi para investor.

Meskipun saat ini nilai IHSG sudah mulai membaik, namun para investor masih tetap waspada melihat kondisi dunia dan Indonesia yang terancam memasuki resesi. Singapura dan Korea Selatan telah memasuki resesi ekonomi dan Indonesia juga diprediksi akan mengalami hal yang sama melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merosot pada kuartal kedua.

Dalam ekonomi yang sedang tidak menentu, emas cenderung memiliki risiko lebih rendah dan juga memiliki harga jual yang lebih bagus terbukti dari harga emas antam yang melonjak hampir 50% dalam setahun dengan harga emas pada 26 Agustus 2020 yaitu Rp 1.069.000 padahal harga emas antam setahun lalu sekitar Rp 700 ribuan.

Lindungi diri anda dari inflasi dan perekonomian yang sedang tidak menentu dengan memilih investasi yang tepat. Anda bisa mulai investasi emas dalam bentuk digital di Sehatigold.com mulai dari Rp 20.000. Tidak perlu khawatir karena nantinya emas digital ini dapat dicetak menjadi emas batangan dan logam mulia sesuai keinginan anda.

Deskripsi : investasi emas dan saham memiliki perbedaan yang dapat dijadikan pertimbangan dalam berinvestasi.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog